Kamis, 13 Desember 2012

Laporan Endoterm dan Eksoterm


Laporan Praktikum Kimia


Disusun oleh :
Riando Elang Desilva
XI IPA 1 / 09


Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta
Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Kota Yogyakarta
2012


PERCOBAAN I
A.                Tujuan
Menguji reaksi eksoterm dan reaksi endoterm

B.                 Dasar Teori
Reaksi eksoterm adalah reaksi yang membebaskan kalor. Contoh Eksoterm: membakar minyak tanah di kompor minyak dan nyala api unggun.
Reaksi endoterm adalah reaksi yang menyerap kalor. Contoh Endoterm: asimilasi dan fotosintesis.
   
Pada reaksi eksoterm, kalor mengalir dari sistem ke lingkungan sehingga entalpi sistem akan berkurang, artinya entalpi produk (Hp) lebih kecil dari pada entalpi pereaksi (Hr). Oleh karena itu perubahan entalpinya (ΔH) bertanda negatif.
Reaksi Eksoterm: ΔH = Hp –Hr < 0 (negatif) 
Pada reaksi endoterm,sistem menyerap energi. Oleh karena itu, entalpi sistem akan bertambah, artinya entalpi produk (Hp) lebih besar dari pada entalpi pereaksi (Hr). Akibatnya, perubahan entalpinya (ΔH) bertanda positif.
Reaksi Endoterm: ΔH = Hp –Hr > 0 (positip)

C.                Alat dan Bahan
2 buah tabung reaksi
2 buah thermometer
Spatula
Larutan HCl 2M
Pita Magnesium
Kristal Ba(OH)2. 8H2
Kristal ammonium klorida

D.                Cara kerja
1.      Masukkan 3 ml larutan asam klorida (HCl) 2 M ke dalam sebuah tabung reaksi, kemudian tambahkan 4 cm potongan pita magnesium amati perubahan yang terjadi dan ukur suhu akhir.
2.      Masukkan Kristal Barium hidroksida (Ba(OH)2. 8H2) sebanyak 2 spatula, tambahkan Kristal amoonium klorida (NH4Cl) sebanyak 2 spatula aduk campuran tersebut kemudian tutuplah dengan gabus, pegang tabung itu dan rasakan suhunya. Biarkan beberapa saat buka tabung dan cium bau yang timbul catat pengamatan anda.

E.                 Data Pengamatan
NO
Sistem Reaksi
Pengamatan suhu reaksi
Reaktan 1
Reaktan 2
Tambah Dingin
Tambah Panas
1
HCl
Pita Magnesium

2
Ba(OH)2. 8H2
NH4Cl







Catatan : Reaksi antara HCl dan Pita magnesium mempunyai suhu awal 41˚C dan suhu akhir 31˚C.

F.                 Pembahasan
Percobaan 1
Hasil yang didapatkan dari percobaan 1 mengacu pada reaksi endoterm. Karena dari teori yang telah kita pelajari bahwa reaksi endoterm memiliki ciri-ciri salah satunya adalah suhu sistem meningkat dan suhu lingkungan menurun. Pada percobaan 1 diperoleh bahwa suhu sistemnya mengalami peningkatan. Dan juga pada percobaan ini kalor diterima dari lingkungan ke sistem yang menyebabkan suhunya menjadi panas. (ΔH = +)

Percobaan 2
Dilihat dari reaksi yang ditimbulkan dari percobaan 2 ini, dapat dikatakan reaksi eksoterm karena kalor dilepaskan dari sistem ke lingkungan yang mana suhu dalam tabung reaksipun menjadi dingin.
(ΔH = -)

G.                Pertanyaan
1.       Apakah system dari percobaan diatas?
Jawab: Reaksi antara HCl + Pita Magnesium dan Reaksi antara Ba(OH)2. 8H2 + NH4Cl
2.      Apakah lingkungannya?
Jawab : Tabung reaksi
3.      Tergolong reaksi eksoterm atau endoterm percobaan diatas. Tuliskan persamaan termokimianya.
Jawab : 2HCl (aq) + Mg (s)        H2 (g) + MgCl2 (l)          H = (-) Eksoterm
 Ba(OH)2. 8H2 + NH4Cl (s)         BaCl2 (s) +9H2o (l) + NH3 (g )                      
       H = (+) Endoterm

H.                Kesimpulan
Reaksi kimia yang melibatkan penyerapan kalor disebut reaksi endoterm. Perubahan entalpi (ΔH) berharga positif (+), sedangkan reaksi kimia yang melibatkan pelepasan kalor disebut reaksi eksoterm. perubahan entalpi (ΔH) berharga negatif (-).
Dari percobaan diatas yang termasuk reaksi eksoterm adalah 2HCl (aq) + Mg (s)        H2 (g) + MgCl2 

Sedangkan reaksi endoterm adalah Ba(OH)2. 8H2 + NH4Cl (s)         BaCl2 (s) +9H2o (l) + NH3 (g )                      
PERCOBAAN II
A.                Tujuan

Penentuan perubahan entalpi reaksi netralisasi. Pada percobaan ini akan ditentukan perubahan entalpi pada reaksi antara larutan natrium hidroksida dan larutan asam klorida 1 mol air.

B.                 Dasar Teori

Perubahan entalpi netralisasi (ΔHn ) : perubahan entalpi pada pembentukan 1 mol air dari reaksi asam dan basa
 NaOH(aq) + HCl(aq) →NaCl(aq) + H O(l)                                                   
 ΔHn= - 55,90 kJ mol-1
Reaksi netralisasi bersifat eksotermik. Pada reakksi asam kuatt dan basa kuat yang menghasilkan endapan akan membebaskan kalor jauh lebih besar daripada pada reaksi asam lemah dengan basa lemah. 
Adapun urutannya:
(ΔHn ) asam kuat dan basa kuat, menghasilkan endapan > (ΔHn ) asam kuat dan basa kuat   > (ΔHn ) salah satu lemah  > (ΔHn) asam lemah dan basa lemah Pada asam lemah/basa lemah diperlukan energi untuk berdisosiasi.

C.                Alat dan Bahan

Satu set kalori meter sederhana
2 buah gelas kimia 100mL
Gelas ukur 100 mL
1 buah thermometer
50 mL larutan NaOH 1 M
50 mL larutan HCl 1 M

D.                Cara kerja

1.      Ambil dua buah gelas ukur 100mL isilah masing-masing dengan 50 mL larutan NaOH 1M dan 50 mL larutan HCl 1 M, lalu ukurlah suhu kedua larutan.
2.      Masukkan kedua larutan kedalam wadah calorimeter tutup rapat dan amati kenaikan suhu reaksi catat suhu optimal reaksi.

E.                 Tabel Pengamatan
Pengukuran
50 mL NaOh 1 M
50 mL HCl 1M
Campuran
Keterangan
Suhu
31 ˚C
31˚C
35˚C
Terjadi kenaikan suhu

F.                 Pembahasan

Berdasarkan praktikum diatas kalor yang berpindah dari system kedalam lingkungan agar suhu larutan kembali turun dan menjadi sama dengan suhu kembali turun dan menjadi sama dengan suhu awal larutan (rata-rata)
q larutan          = m c
= T1 ­- T2
q reaksi            = -q larutan




G.                Pertanyaan
1.      Berapa massa campuran jika berat jenis campuran sama dengan berat jenis air = 1 gram/mL?
Jawab:

                  1 g/mL = m
                                 100 mL
                  100 gram = massa
2.      Hitunglah kalor yang dihasilkan dari reaksi penetralan 50 ml asam klorida 1 M dengan 50 mL NaOH 1M?
Jawab:
Q= m.c. ΔT             untuk 50 mmol
   = 100 g. 4,2 J/g˚C.4 ˚C
   = 1680 J / 50 mmol
   = 1680 J x 1000
                              50
            50 x 1000
                50
       Q =  33.600 J              = 33,6 J/ mol
                1000 mol
3.      Hitunglah kalor penetralan NaOH
Jawab: 1680 J / 50 mmol = 1  mol
                                            20
1680 J      x 20
             50 mmol    20
          = 3360 J
             1 mol
          = - 33,6 kJ/mol

H.                Kesimpulan

Perubahan entalpi reaksi yang di lepaskan atau diserap hanya bergantung kepada keadaan awal dan keadaan akhir. Semakin tinggi temperature reaksi makin cepat laju reaksinya. Perubahan kalor pada suatu zat atau system di tentukan oleh perubhan suhu, masa zat dan kalor jenis, kalor jenis adalah kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu 1 gram zat setinggi 1 k. Menghitung banyaknya kalor yang dibebaskan atau diserap berdasarkan suhu pada larutan yang masa dan kapasitas panas bahan kalori ternyata ditentukan.



PERCOBAAN III
A.                Tujuan
 Menentukan Kalor pembakaran (   Hc  ) etanol
B.                 Dasar Teori
Kalor pembakaran adalah kalor yang dilepaskan atau diserap oleh pembakaran 1 mol unsure atau senyawa diberi symbol ∆Hc (C=Combustion).
Kalor adalah suatu bentuk energi yang diterima oleh suatu benda yang menyebabkan benda tersebut berubah suhu atau wujud bentuknya. Kalor berbeda dengan suhu, karena suhu adalah ukuran dalam satuan derajat panas. Kalor merupakan suatu kuantitas atau jumlah panas baik yang diserap maupun dilepaskan oleh suatu benda.
Kalor didefinisikan sebagai sebagai energy panas yang dimiliki oleh suatu zat. Secara umum untuk mendeteksi adanya kalor yang dimiliki oleh suatu benda yaitu dengan mengukur suhu benda tersebut. Jika suhunya tinggi maka kalor yang dikandung oleh benda sangat besar. Begitu juga sebaliknya jika suhunya rendah maka kalor yang dikandung sedikit. Dari hasil percobaan yang sering dilakukan besar kecilnya suatu kalor yang dibutuhkan suatu benda(zat) bergantung pada 3 faktor yaitu massa zat, jeni zat(kalor jenis), perubahan suhu (purnomo 2008).
Reaksi suatu  zat dengan oksigen disebut reaksi pembakaran.  Zat yang mudah terbakar adalah unsur karbon, hidrogen, belereng, dan berbagai senyawa dari unsur tersebut.  Pembakaran dikatakan sempurna apabila :

Karbon  (C) terbakar menjadi CO2
Hidrogen (H) terbakar menjadi H2O
Belereng (S) terbakar menjadi SO2



C.                 Alat dan Bahan

Satu buah gelas kimia 500 mL
Kaki tiga
Kasa
Pembakar spiritus kosong
Termometer
Pengaduk
Etanol
Aquades

D.                Cara kerja
1.      Timbang pembakar spiritus bersumbu dan kosong lalu isi dengan etanol sampai terisi separoh dan timbang kembali serta catat massanya.
2.      Isi gelas kimia 500 mL dengan 300 mL aquades lalu letakkan diatas kasa berkaki tiga ukur suhu air sebelum pemanasan.
3.      Nyalakan Pembakar spritus lalu gunakan untuk memanaskan air dalam gelas kimia sekitar 5 menit sambil di aduk.
4.      Catat pengamatan suhu akhir.
5.      Timbang kembali pembakar spritus setelah digunakan pemanas.

E.                 Tabel Pengamatan
Massa (gram)
Suhu (˚C)


pembakar spiritus kosong
pembakar spiritus berisi
pembakar spiritus
air sebelum pemanasan
air sesudah pemanasan

114,5
159,8
158,55
30
38



F.                 Pembahasan

Dari hasil praktikum dan analisis data diatas, yang dilakukan pada praktikum kalor pembakaran pada spiritus dengan penentuan mencari kalor pembakaran spiritus. Kalor pembakaran spiritus, ditentukan massa spiritus dengan cara ditimbang sebelum terjadi pembakaran, massa spiritus 159,8 gram sedangkan pembakar spiritus kosong mempunyai massa 114,5 gram dan massa pembakar spiritus adalah 158,55 gram.. Pada proses kalor pembakaran air, suhu air sebelu pemanasan adalah 30˚C dan terjadi kenaikan suhu sebesar 8˚C yang menyebabkan suhu air sesudah pemanasan beruabah menjadi 38˚C.

G.                Pertanyaan
1.      Berapa massa etanol yang terbakar?
Jawab : 159,8 gram – 158,55 gram = 1,25 gram
2.      Berapa suhu yang diserap air?
Jawab: 38˚C-30˚C = 8˚C
3.      Berapa kalor pembakaran etanol?
Jawab: q = m.c.    T
                  Mr c2H5OH
              =  m.c.    T
                     46
                    1,25
               = m.c.    T     1,25 x 46
                                      46     1,25
              = 300 gram . 4,2 J/gram ˚C . 8 ˚C
             q = 370,944 J
            Hc  = - 370,944 J

H.                Kesimpulan

Pada kalor pembakaran spiritus dapat disimpulkan, terjadi pelepasan kalor dalam satu mol dengan melepaskan - 370,944 J, untuk memanaskan 300 mL aquades air agar terjadi kenaikan suhu menjadi 380C.     



DAFTAR PUSTAKA


















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar