Minggu, 16 Desember 2012


 LAPORAN PRAKTIKUM PEMBUATAN PLASTIK DARI SUSU

A. Tujuan
Membuat Plastik dari susu melalui proses koagulasi menggunakan  asam cuka

B.  Dasar Teori
         
Susu kaya akan protein dan lemak yang merupakan senyawa organik alami. Protein dan lemak merupakan makromolekul senyawa yang tersusun oleh monomer-monomer sehingga memiliki massa molekul relatif yang besar. Protein dalam susu merupakan makromolekul yang berupa koloid yang tersusun oleh medium pendispersi air dan medium terdispersi lemak serta emulgatornya protein kasein. Protein dalam susu jika di tambah asam cuka akan mengalami koagulasi dan dapat dibentuk lembatan seperti plastik dengan berbagai bentuk.

C.  Alat dan Bahan
Ø Beaker Glass
Ø Susu ( sapi, kedelai, non-fat, cair, dan full cream )
Ø Asam asetat
Ø Formalin
Ø Pemanas Spiritus
Ø Kertas saring
Ø Pengaduk
Ø Cekatan ( kaca arloji )

D.  Cara kerja
1)   Masukkan 15 mL susu kedalam beaker glass 100 mL.
2)   Lakukan pemanasan terhadap air susu dengan menggunakan bunsen spritus sampai susu mendidih ( satu letupan gelembung saja ).
3)   Tambahkan asam asetat sedikit demi sedikit sambil diaduk terus hingga terbentuk gumpalan .
4)   Saring gumpalan dengan kertas saring, kemudian masukkan gumpalan kedalam cetakkan.
5)   Tambahkan formalin secara merata diatas cetakkan.
6)   Tunggu sampai berubah menjadi plastik.
7)   Lakukan langkah 1 sampai 5 untuk jenis susu yang lain.
8)   Ulangi percobaan tetapi melalui pemanasan susu terlebih dahulu.
9)   Bandingkan semua plastik hasil percobaan yang terkait dengan kelenturan, kerapatan, dan teksturnya.

E.  Hasil Pengamatan
No
Hasil
Pengamatan
Jenis Susu
SAPI MURNI
KEDELAI
TP
DP
TP
DP
1.
Kelenturan
lentur
kaku


2.
Kerapatan
Sangat rapat
Kurang rapat


3.
Tekstur
halus
kasar



Keterangan: TP: Tanpa Pemanasan
                    DP: Dengan Pemanasan
F.     Pembahasan
Koagulasi adalah proses penggumpalan partikel-partikel koloid. Proses koagulasi ini terjadi akibat tidak stabilnya sistem koloid. Sistem koloid stabil bila koloid tersebut bermuatan positif atau bermuatan negatif. Jika muatan pada sistem koloid tersebut dilucuti dengan cara menetralkan muatannya, maka koloid tersebut menjadi tidak stabil lalu terkoagulasi (menggumpal). Koagulasi dengan cara menetralkan muatan koloid dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu sebagai berikut.
1) Penambahan Zat Elektrolit
Jika pada suatu koloid bermuatan ditambahkan zat elektrolit, maka koloid tersebut akan terkoagulasi. Contohnya seperti pada praktikum yang telah dilakukan diatas apabila susu bila ditambah asam asetat, maka susu akan menggumpal. Dalam koagulasi ini ada zat elektrolit yang lebih efisien untuk mengoagulasikan koloid bermuatan, yaitu sebagai berikut.
a. Koloid bermuatan positif lebih mudah dikoagulasikan oleh elektrolit yang muatan ion negatifnya lebih besar. Contoh; koloid Fe(OH) 3 adalah koloid bermuatan positif, lebih mudah digumpalkan oleh H 2 SO 4 daripada HC1.
b. Koloid bermuatan negatif lebih mudah dikoagulasikan oleh elektrolit yang muatan ion positifnya lebih besar. Contoh; koloid As 2 S 3 adalah koloid bermuatan negatif, lebih mudah digumpalkan oleh BaCl 2 daripada NaCl
2) Mencampurkan Koloid yang Berbeda Muatan
Bila dua koloid yang berbeda muatan dicampurkan, maka kedua koloid tersebut akan terkoagulasi. Hal itu disebabkan kedua koloid saling menetralkan sehingga terjadi gumpalan. Contoh, campuran koloid Fe(OH) 3 dengan koloid As 2 S 3 .Selain koagulasi yang disebabkan adanya pelucutan muatan koloid, seperti di atas, ada lagi proses koagulasi dengan cara mekanik, yaitu melakukan pemanasan dan pengadukan terhadap suatu koloid. Contohnya, pembuatan lem kanji, sol kanji dipanaskan sampai membentuk gumpalan yang disebut lem kanji.
Asam Cuka berfungsi untuk mengedapkan atau memisahkan air dengan konsentrat susu. Asam cuka mengandung cuka dan garam sehingga bersifat asam.

G.    Pertanyaan
1)   Mengapa susu dapat digunakan sebagai plastik ?
Jawab : karena susu kaya akan protein dan lemak yang mana merupakan senyawa organik alami. Protein dalam susu merupakan makromolekul yang berupa koloid yang tersusun oleh medium pendispersi air dan medium terdispersi lemak serta emulgatornya protein kasein. Sehingga apabila dicampur dengan asam cuka akan mengalami koagulasi dan dapat dibentuk lembatan seperti plastik.

2)   Manakah kulitas plastik yang lebih baik, dengan pemanasan atau tanpa pemanasan ?
Jawab : menurut kami kualitas plastik yang lebih baik adalah yang dengan tanpa pemanasan, karena dengan melakukan pemanasan hasil akhirnya akan menjadi lebih padat, lentur, dan halus daripada plastik dengan pemanasan. Alasan lain bahwa pemanasan menyebabkan sebagian molekul yang ada pada susu dan asam cuka (CH3COOH) hilang sehingga tidak dapat membentuk rantai karbon yang sangat panjang yang merupakan unsur utama untuk membentuk plastik.
   

3)   Apakah kegunaan plastik dari susu ?
Jawab         :          
·         Untuk membungkus bahan makanan ataupun minuman yang bersifat ringan. Tapi plastik dari susu ini tidak dapat digunakan untuk membungkus makanan, minuman, atau hal-hal lain yang bersifat berat karena merupakan plastik organik yang agak rapuh.
·         Dibentuk sebagai hiasan atau aksesoris yang beraneka macam sesuai dengan bentuk cetakannya. Misalnya : membentuk aksesoris cinta dari plastik ini maka diperlukan cetakan yang berbentuk cinta. Jika menginginkan tampilan yang lebih menarik, bisa menggunakan susu cokelat ataupun ditambah dengan pewarna buatan.
·         Plastik dari susu tidak menimbulkan bahaya bagi kesehatan seperti plastik-plastik sintetis lainnya yang berbahaya jika pemakaiannya salah atau tidak sesuai aturan.
·         Lebih ramah lingkungan dan tidak menimbulkan pencemaran karena merupakan plastik organik yang bersifat ringan.
·         Pembuatan plastik dari susu lebih mudah sehingga setiap orang dapat membuatnya.


H.    Kesimpulan

Berdasarkan percobaan dapat diperoleh kesimpulan bahwa plastik dapat dibuat dari susu melalui proses koagulasi menggunakan asam cuka. Plastik yang dibuat dengan tanpa memanaskan susu sebelum ditambahkan asam cuka hasilnya lebih baik bila dibandingkan dengan pembuatan plastik dari  susu dengan pemanasan.




I.       Daftar Pustaka

David Miladi, Sahri. 2010. Koloid dalam Kehidupan Sehari-Hari. http://sahri.ohlog.com/sistem-koloid.cat3441.html diakses tanggal 31 Mei 2012

Purba, Michael. 2006. Kimia untuk SMA Kelas X. Jakarta : Erlangga.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar